Bebek Dan Kucing (Sebuah Kisah Tentang Sahabat)

Seorang laki-laki yang pada awalnya kukenal begitu naïf dan tampak kekanak-kanakan dengan posturnya yang tinggi sedang berkisar 170Cm – 175Cm. Badannya agak gemuk kedua pipi tembamnya sesekali memerah ketika terik matahari menerpa kulitnya yang putih bersih. Tangan-tangannya halus otot-otot nya juga tidak kencang, jelas ia bukan tipikal orang yang sering melakukan kegiatan berat. Pakaian yang ia kenakan bersih dan beraroma segar pelembut pakaian. Kentara sekali laki-laki berpembawaan kalem ini anak rumahan.. dan khas anak mama. Oops..

Handphonenya kerap berdering memanggil-manggil Sang pemilik tatkala bunda tercinta khawatir jika belum mendapati anak lelakinya tiba dirumah. Ketika itu kami yang besar kepala dengan stempel “mahasiswa”nya, yang merasa telah berhasil terbebas dari segalarupa bentuk pengekangan dan kekhawatiran orang tua. Sontak saling sikut dan berbisik sembari tertawa cekikikan “hihi..dicariin mamahnya.” Ia yang sedikit malu-malu dan terlihat jengah dengan kelakuan kami yang jumawa karena perasaan “boleh pulang larut" akhirnya menjawab panggilan Sang bunda, dan kamipun kembali cekikikan.

Walau terlihat kekanak-kanakan, sosoknya lembut dan santun, tak pernah sekalipun kudengar ia berbicara kasar, terlebih pada perempuan. Bicaranya memang tidak terlalu banyak, ia lebih senang menyimak dan memperhatikan lawan bicaranya. Wajah bulatnya akan berubah berseri dan cerewet setiap kali ia bercerita tentang kegemarannya. Adri yang seorang penyuka mobil mainan replika die cast sejenis Hot Wheels, Matchbox dan Tomica ini selalu terlihat bersemangat. Bola matanya bergerak-gerak lincah, pupilnya membesar dan tampak berbinar cerah, secerah hatinya ketika bercerita tentang nina Si gadis pujaan. Senyumnya seketika mengembang diwajahnya yang kanak-kanak.

Nina adalah kisah sejatinya, cinta terdalamnya, wujud perjuangan dan pengorbanan terbesarnya. Single battle terberatnya demi sebuah permata indah yang teramat ingin ia miliki.

Gigih dan pantang menyerah, begitulah akhirnya kumengenal sejatinya sosok seorang Adri. Seakan tak percaya di dalam pribadi yang lembut dan melankolis ia memiliki kekuatan yang maha dahsyat. Di balik wajah kanak-kanaknya tersimpan tekad sekeras baja.

Ia tak mengenal sakit dan lelah untuk terus mencoba, perjuangan panjang telah menyita seluruh jiwa dan raganya untuk meruntuhkan benteng-benteng pertahanan sang pujaan hati. Tak hirau wajah tembamnya kian tirus dan berat badannya semakin menyusut drastis. Jiwa-jiwa yang rapuh selalu bangkit dan kembali tegar. Kenaifan membawanya pada kekuatan, dirinya menjelma menjadi sesosok laki-laki tangguh dan berjiwa besar. Ia melangkah dan terus melangkah.. Tak pernah menyerah.

Namun keadaan seringkali berkata lain, cinta lelaki ini kerap tak bersambut. Jatuh bangun perjuangannya tak sedikitpun membuahkan hasil yang manis, Berkali-kali hatinya yang lembut merintih kala cinta tak berbalas, dan lagi-lagi ia pun terluka.

Nina terlalu berat untuk ditaklukan oleh seorang sahabat yang begitu memujanya. Sang cinta sejati terlalu jauh tuk digapai tangan-tangannya yang penuh harap. Dan Ia harus rela ketika cinta Nina tak berpihak kepadanya.

Roman cinta Adri dan Nina menghiasi perjalanan kami 5 orang bersahabat kala itu. Aku, Winda, Kiki, Nina dan Adri.. Kisah cinta diantara mereka tak sedikitpun menggoyahkan arti persahabatan kami. Kami yang bersama-sama melangkah saling merekatkan benang-benang merah persahabatan yang tulus.

---------- Adrianto Wibowo Tjokrowerdojo, begitulah namanya terukir gagah nan anggun dalam sebuah undangan pernikahan, bersanding mesra dengan nama seorang gadis yang begitu kukenal, Anindita Ratna Palupi. Tersirat kemenangan indah dalam lekuk-lekuk goresan foil berwarna perak, sederhana namun begitu kaya akan makna. Sekelumit perjuangan dan pengorbanan tanpa syarat selama 6 tahun untuk menggapai cinta sejati tertoreh dengan memesona dalam bait-bait indah doa kebahagiaan kedua calon pengantin yang menanti esok. Finally Happy ending ever after.

Haru dan bahagia seketika menyeruak menyaksikan dua nama sahabat terbaiku pada akhirnya disatukan dalam ikatan Cinta pernikahan. Berulang kali kubaca seakan masih tak percaya, doa dan harap kan selalu mengiringi perjalanan mereka berdua, sahabat tercintaku.


P.s: Nina & Adri dalam penantian panjang, kini Ayyubi tersayang sudah ada diantara kalian. bahagia selaluu yaa, kiss buat Ayyubi

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails

Salam...



Selamat datang di Blog yang sederhana ini. Sekedar catatan singkat dari seorang Rina Saepulloh.

Semoga sedikit tulisan yang disuguhkan dapat berkenan dihati.

Selamat menikmati, salam silaturahim dan salam hangat dari Kairo