Rumahku surgaku, mungkin perumpamaan ini cukup tepat untuk menggambarkan Rumah kami yang kecil dan sederhana (aaah ngaku-ngaku, rumah kontrakan kali rin..) yahh begitulah, mohon dimaklumi keberadaan kami di Kairo memang bukan untuk mencari sekarung emas atau sesendok semen berlian. Melainkan tengah mencari ilmu dan "mesantren" kehidupan di tanahnya para Nabi ini. Jadi ngontrak rumah pun baru mampu yang mungil-mungil, apalagi untuk ukuran mahasiswa seperti kami, shaqah-shaqah (flat) bertarif miring sudah tentu menjadi pilihan. Alhasil dengan alasan "berhemat" di negeri orang kami lebih memilih tinggal sedikit ke pinggir dari kota Kairo tepat di kawasan Qatamea. Kalau menurut Istilah temen-temen mahasiswa yang tinggal di Nasr City, daerah kami termasuk Kairo coret atau Kairo nyingcet alias nggak ada di peta. :DTapi biarpun ngontrak dan agak terpencil keberadaanya, kami sudah sangat bersyukur tinggal di rumah yang sederhana nan indah ini. Di rumah inilah kami memulai langkah berumah tangga dengan segala pahit manisnya. Dimana kami terpisah jauh dari orang tua dan keluarga yang otomatis segala sesuatunya pun harus serba dihadapi berdua. Ketika ada suka, kami kembangkan senyum kebahagiaan itu berdua. Dan ketika ada duka, kami pun melapangkan dada sembari saling berpegang erat menghadapi segala dukanya berdua.
Ahh.. betapa cintanya kami pada rumah ini, rumah yang dihadiahkan oleh sahabat sekaligus keluarga tercinta kami di sini (terima kasih untuk Ibu-Ibu al Humairaa, yang telah mempercantik tampilan rumah ini sebelum kami tiba di kairo). Konon, dahulu rumah ini tak ubahnya seperti sarang penyamun, eh sarang bujangan maksudnya. Maklumlah sebelum suami menikah rumah ini selain ditinggali oleh suami, juga sempat ditinggali oleh 2 orang teman beliau yang semuanya masih bujang, jadi kebayang donk gimana tipikal hunian para bujangan? Dan menjelang kedatangan perdana kami di Tanah Mesir disulaplah rumah sederhana nan mungil ini dengan sentuhan ibu-ibu al Humairaa menjadi lebih "wanita"
Ya, rumah ini ibaratnya surga dan hati kami. Dibalik kesederhanaan selalu ada kebahagiaan, ada kehangatan, dan juga keceriaan. Di setiap harinya tak pernah lepas dari canda dan cerita yang selalu menghangatkan hati dan suasana rumah kami. Walau memang bukan milik sendiri, tetapi disinilah kami mengembangkan hati dan cinta, merekatkan kebersamaan di antara dua kepala yang berbeda dan berkolaborasi menghadapi suka dan dukanya kehidupan. Dan suatu saat nanti, ketika kami telah kembali ke tanah air, kami akan membawa serta jutaan kenangan indah di rumah ini.
Rumah dimana kami membuka pintu lebar-lebar kepada tamu-tamu teristimewa dengan penuh kehangatan dan penerimaan. Rumah tempat aku dan suami tercinta menata kisah sederhana, dan ketika kami menghabiskan waktu sembari makan berdua, ngobrol ngalor ngidul ,berbagi cerita dan merancang hari esok berdua atau ketika menemani suami tercinta membaca dan belajar. Kami habiskan dengan berlama-lama manikmati detik demi detik dan merangkai kisah indah dikemudian hari.
Tempat kami meluapkan segala keluh dan kesah, tempat kami belajar saling memahami. Ada kisah dan juga selalu ada kemesraan diantara kami.
Di rumah sederhana ini, kami dua orang "anak rumahan" yang lebih nyaman berada dirumah, ketimbang menghabiskan waktu diluar. Yang begitu menikmati saat-saat ketika makan berdua, dengan canda dan tawa renyah. Seringkali berandai-andai tengah makan malam di sebuah restoran romantis sembari ngobrol berjam-jam lamanya. Kalau betulan di restaurant bisa-bisa kena usir tuh, makan-minumnya cuma 2 porsi tapi numpang ngerumpinya sampe 5 jam, waduhh. Apalagi kalau nongkrongnya di restaurant Mesir, sebelum suapan terakhir masuk ke mulut dijamin sang pemilik langsung bersiap membenahi meja kita (maksudnya biar kita cepetan angkat kaki dari restoran gitu lho).
Atau menikmati aksi masak-memasak berdua, sekedar memperhatikan suami unjuk kebolehan meracik resep ala chef dadakan. Dibumbui cekikikan kecil melihat aksi beliau yang selalu ajaib dan meriah. ujung-ujungnya seisi dapur bisa disulapnya jadi tak berbentuk alias hancur berantakan. Aah tapi kami sungguh menikmati kehangatan kami disini. kitchen sweet kitchen dan tentunya masih banyak kisah bahagia dirumah ini, rumah kami yang kecil nan sederhana.
Dimanapun rumah kami berada kelak, semoga selalu berlimpah kehangatan dan kebahagiaan didalamnya.
Rumah kami.... adalah surga kami.


0 komentar:
Poskan Komentar