“Kok nggak pernah nulis lagi??” seringkali pertanyaan ini terlontar dari mulut suamiku dengan tatapan mata menyelidik, tatkala mendapati sang istri tengah asik ber-FB ria dan sibuk berselancar dengan update'an status orang lain (nampak diriku ini kurang kerjaan sekali). Pertanyaan-pertanyaan serupa juga kerap kudengar dari beberapa teman yang lain, sampai tadi sore pertanyaan itu pun kembali menggugah "hasrat menulis" yang sudah saaangat lama mengendap dan mungkin hampir terkubur terlupakan (ohh tidaaak, jangan sampai deh rin).Tentunya masih jauh lebih baik mereka yang setiap detik meng'update statusnya dengan macam-macam cerita. Karena disadari atau tidak, dengan otomatis mereka melatih kreatifitas berpikir juga koordinasi antara isi kepala dan tangan. Lha aku? Jangankan merangkai kata minimal hanya dalam beberapa paragraf, menulis status pun hampir tak berselera.
Jujur, 2 tahun lebih kedua tangan ini seperti enggan bermain-main dengan pena (halah rin, hari gini masih juga pakai pena). Aah Rina, ini kan cuma perumpamaan maksudnya kutak-ketik di atas keyboard alias tulis menulis. Isi kepala rasanya mandek tak ber'ide, kok kayaknya tak ada lagi cerita yang bisa kukembangkan. Hmm.. alesan :p
Yahh, akhir-akhir ini aktifitas menulis memang tak lagi menjadi rutinitas seperti dulu untuk meluapkan segala isi hati dan kepala, paling sesekali kalau kepepet harus menulis materi untuk kajian (itu pun baru sekarang-sekarang). Sebelumnya? Wahh jangan tanya deh.
Sebetulnya keinginan menulis itu seringkali mencuat tiba-tiba, dan dengan kekuatan penuh aku pun mulai mematut-matut diri di depan screen laptop, dengan jemari siap sedia menerjemahkan sebuah gagasan dan merangkainya dalam 1 layer kosong di Microsoft Words. Tapi tak lebih dari itu, selebihnya hanya terdiam, termenung dan melongo tak menghasilkan apa-apa. Ujung-ujungnya ya lari ke FB hingga berrjam-jam (kebiasaan yang buruk).
Suamiku yang tak pernah bosannya memotivasi sepertinya cuma bisa ngelus dada kalau sudah begini, sembari sesekali menyentil kebiasaan burukku melongo nggak jelas di depan FB :D yahh yahh yahhh...FB memang luarrr biasa (lha rina, kok ya FB yang dijadikan Si tertuduh).
Dan memang betul ketika ada ide dan cerita, seketika itu pula harus langsung dituangkan. Karena kalau dinanti-nanti maka “BLASS” lupa deh semuanya, alhasil 1 cerita pun gak pernah berhasil digarap. Nahh kasus ini lah yang paling sering terjadi, makanya blog'ku yang malang ini kerapkali sepi cerita, sebab musabanya tak lain ya karena ulah si "M" ini, alias faktor "males" yang terlalu mendominasi (alasannya cukup masuk akal bukan? :P).
Ayolah Rina.. Ini Mesir, negeri yang maha kaya warisan peradaban dan budaya. Sebuah dunia yang selalu menawarkan beragam keunikan, kehidupannya, juga kesehariannya. Sudah tentu di sinilah surga bagi para perangkai kata. Banyak penulis besar terlahir di sini, jangan selalu jadikan “nggak ada ide” sebagai alasan yang memasung kamu untuk bercerita, dan tulis apa saja yang ada dikepalamu saat ini. Bukannya tadi sore habis bikin tahu? Kenapa nggak dijadikan ide untuk sebuah cerita? Apa karena terlalu sederhana?.
Ahh Rina.. Mulailah dari sesuatu yang sederhana, tak perlu dulu berangan-angan terlalu jauh, berharap menjadi kang Abik dengan karya masterpiece' sekelas novel Ayat-ayat Cinta. Yang jelas kamu tak akan pernah menjadi seperti beliau hanya dengan menunggu wangsit. Paling tidak awali dengan menuangkan apa yang terjadi hari ini, buka khayalanmu untuk menjelajahi seantero negeri fir'aun ini dan biasakan jemarimu untuk bermain-main dengan untaian kata. Gimana rin..????
Dan jawabannya adalah.. Semangaaat!!!!!
Qatamea, 300610
-menjelang shubuh-
(Terimakasih untuk mbak Ventin, yang hari ini kembali mengingatkan untuk rajin2 menulis...matur nuwun sanget mbak... ^^)


0 komentar:
Poskan Komentar