Melewati bulan ramadhan bersama keluarga tercinta di tanah air tentu satu hal yang paling diidam-idamkan oleh setiap orang, terutama bagiku yang Tahun ini kembali melewati Ramadhan ke-2 di Kairo, meski kali ini agak berbeda karena aku harus melalui bulan rahmat ini seorang diri tanpa suami apalagi keluarga, rasanya campur aduk deh, ada sedih ada haru tetapi juga ada nikmat yang luar biasa. Lho ditinggal suami kok nikmat sih?
Bukan.. pastinya bukan karena girang jauh dari orang-orang tercinta apalagi suami, tetapi ada kenikmatan tersendiri karena tahun ini aku kembali melalui Ramadhan di negeri-nya para Nabi. Rasanya ada atmosfer yang terasa amat berbeda dari ber’puasa di tanah air.
“Ramadhan kareem..” “Ramadhan mubarak…” terdengar riuh begitu si Mesir saling berjumpa, saling menjabat erat bahkan saling memeluk dan mengecup dahi (sebuah tradisi arab bagi kaum laki-laki untuk menggambarkan rasa hormat dan kedekatan) dan mereka menjawab “Allahu akram..” dengan sepenuh suka cita.
Ketika Ramadhan tiba, seantoero penduduk mesir seakan gempita menyambut bulan penuh kemuliaan ini. Mereka menyambut sebuah perayaan akbar yang begitu dinanti-nanti tiap tahunnya. Bulan yang berlimpah rahmat sekaligus penuh ampunan bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia.
Satu sama lain saling menebar kehangatan, diiringi keriangan dan gelak tawa bocah Mesir sehangat gemerlap lampu-lampu fanus yang berpendar cantik di seluruh negeri Kinanah. Kota kairo yang selalu nampak indah kala malam, kian memesona tatkala Ramadhan hadir ditengah-tengah kami.
Rasanya tak satu pun umat muslim di bumi Mesir ini yang tak turut dalam kehangatan Ramadhan. Mengumpulkan pundi-pundi pahala dengan ibadah dan kebaikan. Lantunan Ayat-ayat qur’an kerap terdengar dimana-mana menggema dan mengisi setiap jiwa yang rindu curahan rahmatNya. Mushaf yang tak pernah lepas digenggam, dibaca dan dikaji oleh kaum muda maupun tua di waktu-waktu senggannya, mereka seolah tenggelam dalam kesyahduan Ramadhan.
Ibadah tarawih seakan menjadi pereda dari sebuah perjuangan panjang menahan penat sepanjang hari. Saat dimana syaraf-syaraf mengendur terbuai oleh kenikmatan meresapi kesyahduan 1 juz Ayat-ayat qur’an tiap malamnya yang dilantukan sang imam mesjid. Tak jarang, banyak jemaah shalat sembari membuka mushaf, mengikuti Imam menyendandungkan ayat demi ayat. Dari shalat tarawih di malam pertama hingga malam terakhir bulan ramadhan, mesjid manapun selalu dipadati oleh para jemaah. Jangan bandingkan dengan shalat tarawih di tanah air yang umumnya (ini umumnya lho, berarti tidak semua) kita mencari mesjid yang bacaannya pendek-pendek dan cepat, alasannya ya karena capek, ngantuk, atau ada keperluan yang lebih mendesak lainnya. Dan biasanya kian hari mesjid pun semakin lengang ditinggalkan jemaahnya, mereka lebih memilih bertarawih di rumah atau malah di mall dan pusat perbelanjaan
Tak hanya dilalui dengan mengkhususkan pada puasa, shalat tarawih dan mengkaji al Qur’an. Setiap orang berlomba-lomba menebar semangat berbagi. Berinfak sedekah mendermakan tenaga maupun hartanya untuk sesama. Percayalah berpuasa di negeri ini tak kan pernah kekurangan apapun. Tak perlu bingung mau makan apa atau direpotkan oleh acara memasak penganan buka puasa, datangi saja Maidaturrahman yang digelar di seluruh penjuru negeri, dan biasanya diselenggarakan di mesjid-mesjid, tepian jalan, bahkan rumah warga Mesir yang menyediakan hidangan berbuka sekaligus sahur. Maidaturrahman ini tak lain merupakan sumbangan dari para dermawan Mesir juga hartawan di timur tengah yang berupa hidangan berbuka/sahur sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Bahkan tanpa harus datang ke maidaturrahman pun seringkali penganan berbuka sudah ada ditangan. Ajaib?? Tidak, tetapi Subhanallah… kemurahan hati orang Mesir ketika Ramadhan begitu luar biasa.
Pernah satu ketika, menjelang maghrib di Ramadhan tahun lalu, saat aku dan suami tengah menunggu bis di sebuah halte dikagetkan oleh kehadiran orang Mesir dengan 2 kotak penganan berbuka berisi ayam, roti, lengkap dengan juice yang diberikannya kepada kami berdua…
Atau tiba-tiba taksi kami dicegat oleh seorang pemuda, sembari memberikan beberapa buah kurma atau segelas tamer untuk membuka puasa kami dalam perjalan. Awalnya sempat terbengong-bengong dengan aksi berbagi warga Mesir, terus terang hal ini tak pernah kualami di tanah air. Disini mendapati pemandangan muda-mudi yang berkeliaran di jalan menjelang berbuka sambil membagi-bagikan makanan, sembako dll sudah sangat biasa, tanpa harus diorganisir oleh event-event tertetu. Tetapi bergerak atas kesadaran pribadi, karena semangat Ramadhan adalah semangat berbagi yang sudah tertanam dalam diri mereka yang mengakar dan membudaya.
Dan jangan tanya berapa banyak sembako yang kami miliki dirumah, sampai kami pun bingung sendiri mengolah sembako hasil sumbangan dari para dermawan Mesir ini. Dalam 1 minggu bisa sampai 1-2 kali, bahkan lebih kami mendapat sumbangan sembako. Ketika sumbangan-sumbangan ini mampu menjadi penyambung hidup untuk beberapa bulan kedepan.
Subhanallah, Ramadhan memang selalu penuh berkah, tentunya yang paling merasakan berkah ini adalah kaum dhuafa dan para pencari ilmu seperti kami yang selalu menjadi prioritas bagi para dermawan dalam meneladani kedermawanan seperti yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah saw.
Ramadhan Kareem…
Bukan.. pastinya bukan karena girang jauh dari orang-orang tercinta apalagi suami, tetapi ada kenikmatan tersendiri karena tahun ini aku kembali melalui Ramadhan di negeri-nya para Nabi. Rasanya ada atmosfer yang terasa amat berbeda dari ber’puasa di tanah air.
“Ramadhan kareem..” “Ramadhan mubarak…” terdengar riuh begitu si Mesir saling berjumpa, saling menjabat erat bahkan saling memeluk dan mengecup dahi (sebuah tradisi arab bagi kaum laki-laki untuk menggambarkan rasa hormat dan kedekatan) dan mereka menjawab “Allahu akram..” dengan sepenuh suka cita.
Ketika Ramadhan tiba, seantoero penduduk mesir seakan gempita menyambut bulan penuh kemuliaan ini. Mereka menyambut sebuah perayaan akbar yang begitu dinanti-nanti tiap tahunnya. Bulan yang berlimpah rahmat sekaligus penuh ampunan bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia.
Satu sama lain saling menebar kehangatan, diiringi keriangan dan gelak tawa bocah Mesir sehangat gemerlap lampu-lampu fanus yang berpendar cantik di seluruh negeri Kinanah. Kota kairo yang selalu nampak indah kala malam, kian memesona tatkala Ramadhan hadir ditengah-tengah kami.
Rasanya tak satu pun umat muslim di bumi Mesir ini yang tak turut dalam kehangatan Ramadhan. Mengumpulkan pundi-pundi pahala dengan ibadah dan kebaikan. Lantunan Ayat-ayat qur’an kerap terdengar dimana-mana menggema dan mengisi setiap jiwa yang rindu curahan rahmatNya. Mushaf yang tak pernah lepas digenggam, dibaca dan dikaji oleh kaum muda maupun tua di waktu-waktu senggannya, mereka seolah tenggelam dalam kesyahduan Ramadhan.
Ibadah tarawih seakan menjadi pereda dari sebuah perjuangan panjang menahan penat sepanjang hari. Saat dimana syaraf-syaraf mengendur terbuai oleh kenikmatan meresapi kesyahduan 1 juz Ayat-ayat qur’an tiap malamnya yang dilantukan sang imam mesjid. Tak jarang, banyak jemaah shalat sembari membuka mushaf, mengikuti Imam menyendandungkan ayat demi ayat. Dari shalat tarawih di malam pertama hingga malam terakhir bulan ramadhan, mesjid manapun selalu dipadati oleh para jemaah. Jangan bandingkan dengan shalat tarawih di tanah air yang umumnya (ini umumnya lho, berarti tidak semua) kita mencari mesjid yang bacaannya pendek-pendek dan cepat, alasannya ya karena capek, ngantuk, atau ada keperluan yang lebih mendesak lainnya. Dan biasanya kian hari mesjid pun semakin lengang ditinggalkan jemaahnya, mereka lebih memilih bertarawih di rumah atau malah di mall dan pusat perbelanjaan
Tak hanya dilalui dengan mengkhususkan pada puasa, shalat tarawih dan mengkaji al Qur’an. Setiap orang berlomba-lomba menebar semangat berbagi. Berinfak sedekah mendermakan tenaga maupun hartanya untuk sesama. Percayalah berpuasa di negeri ini tak kan pernah kekurangan apapun. Tak perlu bingung mau makan apa atau direpotkan oleh acara memasak penganan buka puasa, datangi saja Maidaturrahman yang digelar di seluruh penjuru negeri, dan biasanya diselenggarakan di mesjid-mesjid, tepian jalan, bahkan rumah warga Mesir yang menyediakan hidangan berbuka sekaligus sahur. Maidaturrahman ini tak lain merupakan sumbangan dari para dermawan Mesir juga hartawan di timur tengah yang berupa hidangan berbuka/sahur sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Bahkan tanpa harus datang ke maidaturrahman pun seringkali penganan berbuka sudah ada ditangan. Ajaib?? Tidak, tetapi Subhanallah… kemurahan hati orang Mesir ketika Ramadhan begitu luar biasa.
Pernah satu ketika, menjelang maghrib di Ramadhan tahun lalu, saat aku dan suami tengah menunggu bis di sebuah halte dikagetkan oleh kehadiran orang Mesir dengan 2 kotak penganan berbuka berisi ayam, roti, lengkap dengan juice yang diberikannya kepada kami berdua…
Atau tiba-tiba taksi kami dicegat oleh seorang pemuda, sembari memberikan beberapa buah kurma atau segelas tamer untuk membuka puasa kami dalam perjalan. Awalnya sempat terbengong-bengong dengan aksi berbagi warga Mesir, terus terang hal ini tak pernah kualami di tanah air. Disini mendapati pemandangan muda-mudi yang berkeliaran di jalan menjelang berbuka sambil membagi-bagikan makanan, sembako dll sudah sangat biasa, tanpa harus diorganisir oleh event-event tertetu. Tetapi bergerak atas kesadaran pribadi, karena semangat Ramadhan adalah semangat berbagi yang sudah tertanam dalam diri mereka yang mengakar dan membudaya.
Dan jangan tanya berapa banyak sembako yang kami miliki dirumah, sampai kami pun bingung sendiri mengolah sembako hasil sumbangan dari para dermawan Mesir ini. Dalam 1 minggu bisa sampai 1-2 kali, bahkan lebih kami mendapat sumbangan sembako. Ketika sumbangan-sumbangan ini mampu menjadi penyambung hidup untuk beberapa bulan kedepan.
Subhanallah, Ramadhan memang selalu penuh berkah, tentunya yang paling merasakan berkah ini adalah kaum dhuafa dan para pencari ilmu seperti kami yang selalu menjadi prioritas bagi para dermawan dalam meneladani kedermawanan seperti yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah saw.
Ramadhan Kareem…


3 komentar:
Hi. I wanted to drop you a quick note to express my thanks.
UK Education Consultants
I really agree with the facts that you have shared on this post. An interesting topic like this really enhances reader's mind to have more effective decisions over a certain issue.
UK Education Consultants
In reality your creative writing abilities has inspired me to begin my own Blog website now.
Web Hosting | Web Design
Poskan Komentar