Perempuan sunda kelahiran Ciamis, sebuah kota 'pensiun' dibagian selatan Jawa Barat. Di sanalah saya pernah menghabiskan masa kecil hingga lulus SMU bersama keluarga tercinta, yang kemudian memutuskan untuk lepas dari stempel “anak mamah” (meski sulit pada awalnya) dan belajar mandiri di negeri orang, Paris Van Java alias Bandung untuk melanjutkan studi di FSRD Institut Teknologi Nasional jurusan DESAIN KOMUNIKASI VISUAL.
Selepas S1 sempat berangan-angan menjadi seorang Creative Director di sebuah Advertising Agency di Ibu Kota, namun keinginan itu pun perlahan menyurut (persisnya, karena keseringan ditolak agency
) juga seiring kegiatan mengajar di kampus Oranye. Hingga akhirnya memutuskan untuk melabuhkan hati pada sosok pujaan yang santun nan sederhana dan meneruskan langkah bersamanya.
Kini perjalanan pun berlanjut ke negeri’nya Nabiyullah Musa as, Sang penyampai hukum Taurat. Untuk mendampingi suami tercinta dalam suka maupun duka menuntut ilmu di Universitas tertua di dunia yaitu Jami’at Al-ʾAzhar al-Šyarīf. Dan menjalani keseharian sebagai istri, sebagai sahabat sekaligus sebagai Mentri dalam urusan rumah tangga bagi keluarga kecil kami.
Di negeri inilah saya mencoba merekam setiap detail keunikan sebuah perjalanan, dan “masih berusaha” mengekspresikannya ke dalam catatan singkat ini sebagai media “belajar”. Belajar menulis… dan tentunya belajar untuk memaknai kehidupan dari refleksi seorang Rina Saepulloh.

